JAKARTA, ELEVEN – Perkuliahan hybrid minggu ketiga di Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta, berpengaruh terhadap aktivitas Himpunan Mahasiswa (Hima) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Sebagian besar Hima dan UKM mengungkapkan, pihaknya kesulitan dalam mengatur jadwal perkuliahan antar anggota.
Station Manager Obtai Radio, Alya Shafa Zahra mengatakan, sejak dua tahun pandemi akhirnya sistem perkuliahan hybrid membuat komunikasi antar anggota menjadi lebih baik. Namun, sistem hybrid menurutnya juga memberi kesulitan bagi UKM Obtai Radio.
“Yang bikin susah pas hybrid ini, banyak jadwal yang bentrok. Misalnya banyak yang sesi siang dan ada yang sore. Lebih sulit juga bertemu seluruh anggota,” ujar Alya, Rabu (12/10/2022).
Kesulitan serupa dialami UKM Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) Phos Gnosis. Ketua Umum KMK, Angela Dyah Ayu Permata mengatakan, ia sulit menentukan waktu yang tepat untuk mengadakan kegiatan secara offline. Hal itu lantaran perbedaan sesi kuliah antar anggota.
“Sejauh ini belum ada kesulitan yang gimana-gimana sih, mungkin mengalami kesulitan pas mau nentuin hari dan waktunya aja gitu untuk adakan kegiatan secara offline, karena banyak pengurus dan anggota yang beda-beda yaa sesi kelasnya,” ujar Angela.
“Kita agak kesulitan aja mengatur human resource dari anggota himahi ini dalam menjalankan proker. ya dikarenakan jadwalnya sangat random,” ujar Wakil ketua umum Hima Hubungan (HI) Internasional, Zahran Faiq.
Sementara itu, Koordinator Umum Persekutuan Mahasiswa Kristen Live and Life in Christ (PMK LLC), Kezia August Elvira merasa bersyukur dengan sistem perkuliahan hybrid. Kezia mengatakan, sistem ini dapat menjadi peluang untuk membangkitkan semangat anggotanya.
“Bersyukur sih, karena akhirnya kampus masuk. Peluang untuk kembali aktifin kegiatan UKM lebih besar dan pastinya dengan jumlah orang yang bisa lebih banyak. Selama ini kan kalau full online agak susah tuh ajak-ajak anak buat ikut kegiatan, nah kalau sekarang karena bisa ketemu langsung jadi lebih gampang,” kata Kezia.
Reporter: Sanrifa Akmalia
Editor: Muhamad Nur Alfiyan