JAKARTA, ELEVEN – Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) telah menyalurkan dana kemahasiswaan ke Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Himpunan Mahasiswa (HIMA), Selasa (10/6/2025). Dana diatur berdasarkan jumlah program kerja, minimnya kegiatan organisasi dapat berdampak pada nominal yang diberikan.
“Rata mendapatkan sesuai jumlah yg ditetapkan setiap semesternya, sama seperti pencairan yang lalu. Besaran jumlah yang diterima sesuai dengan jumlah proker yang ada. Menjadi teguran keras bagi organisasi yang minim kegiatannya sehingga berefek terhadap besaran dana yang diterima,” ujar Ketua BPM IISIP Jakarta, Raihan Nandhifa saat diwawancarai Eleven, Sabtu (14/6/2025).
LPJ Jadi Syarat Pencairan Dana
Raihan mengatakan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) adalah syarat pencairan dana. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) bertugas menginstruksikan pengumpulan LPJ. Sementara BPM mengaudit, menetapkan, dan mendistribusikan dana.
“LPJ menjadi bukti keaktifan kegiatan organisasi yang di dalamnya Rancangan Anggaran Biaya (RAB) setiap program kerja akan direkapitulasi. Tidak ada LPJ berarti tidak ada dana kemahasiswaan,” tuturnya.
Hingga saat ini, Raihan mengatakan hanya ada satu UKM yang tidak mengirimkan LPJ yaitu Kapchac.
“Hampir semua mengirimkan, hanya satu yang tidak yaitu Kapchac,” imbuhnya.
Proses pencairan dana kemahasiswaan dilakukan sehari usai batas pengumpulan LPJ. Raihan juga mengatakan berhasil mendesak kampus agar nominal dana tetap ideal.
“Satu hari dari deadline pengumpulan LPJ yang ditetapkan BPM. Dalam case sekarang BPM berhasil mendesak kampus untuk menurunkan iuran kemahasiswaan agar setiap HIMA UKM mendapatkan nominal semestinya dari diskusi terakhir yang hanya sebesar Rp2 juta karena keterbatasan dana yang dimiliki,” ungkapnya.
Raihan juga menghimbau HIMA UKM dapat tepat waktu dalam pengumpulan LPJ. Sebab keterlambatan dapat mempengaruhi lamanya pencairan dana.
“BPM berharap dana yang diterima dapat dikelola dengan baik dan HIMA UKM lebih profesional lagi dalam penyusunan LPJ serta memiliki komitmen dalam mengikuti aturan pengumpulan LPJ yang telah ditetapkan,” pungkasnya.
Besar Nominal Beragam
Ketua UKM KREMMASI, Mimbar Pandu mengatakan telah menerima dana kemahasiswaan sebesar Rp3 juta. Namun, nominal itu dinilai masih kurang menunjang seluruh program kerja, baik untuk periode kepengurusan saat ini maupun mendatang.
“Dana yang sudah turun dan diterima KREMMASI dari BEM dan BPM itu Rp3 juta. Belum cukup untuk melangsungkan program kerja yang akan berjalan ke depannya, baik untuk kepengurusan sekarang maupun kepengurusan selanjutnya,” ujar Pandu saat diwawancarai Eleven, Sabtu (14/6/2025).
Sementara itu, Ketua UKM CARTERVA, Raditya Erlangga Purwanto, mengatakan telah menerima dana kemahasiswaan sebesar Rp3 juta. Radit mengatakan jumlah tersebut masih belum mencukupi kebutuhan operasional yang bersifat lapangan dan rutin.
“Dana kemahasiswaan yang kami terima dari BEM IISIP Jakarta untuk periode kegiatan tahun ini berjumlah sebesar Rp3 juta. Namun, perlu kami tegaskan bahwa nominal tersebut masih sangat terbatas bila dibandingkan dengan beban kebutuhan operasional kegiatan kami yang umumnya bersifat lapangan dan berkala,” ujar Raditya saat diwawancarai Eleven, Jumat (13/6/2025).
Raditya juga mengatakan keterbatasan dana menjadi tantangan besar karena kegiatan tidak hanya berdampak bagi internal kampus, tetapi juga menjangkau masyarakat. Menurutnya alokasi dana harus lebih proporsional dan sesuai kebutuhan.
“Meskipun kami bersyukur atas adanya bantuan dana dari BEM, pada praktiknya jumlah tersebut masih jauh dari ekspektasi awal dan belum sebanding dengan skala kegiatan serta kontribusi sosial yang kami hadirkan. Kami berharap ke depannya akan ada skema pembiayaan yang lebih adil dan sesuai dengan capaian program kerja tiap UKM,” ungkapnya.
Station Manager UKM OBTAI RADIO, Intan Nurharesti mengatakan telah menerima dana kemahasiswaan sebesar Rp3 juta. Intan menyebut dana kemahasiswaan cukup membantu pelaksanaan program kerja.
“Kalau untuk dana kemahasiswaan yang UKM OBTAI RADIO terima sebesar Rp3 juta. Kalau untuk dibilang cukup membantu ya membantu karena bisa dapet tambahan dari dana tersebut,” ujar Intan saat diwawancarai Eleven, Jumat (13/6/2025).
Ketua Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HIMA HI), Khairunnissa Ramadhanti mengatakan telah menerima dana kemahasiswaan sekitar Rp3 juta. Ia menilai dana tersebut membantu dibandingkan program kerja sebelumnya yang tidak didanai oleh kampus.
“Kalau melihat dari proker-proker sebelumnya yang sama sekali nggak menerima dana kemahasiswaan, ini lumayan membantu walaupun bisa dibilang belum mencukupi,” ujar Khairunnissa saat diwawancarai Eleven, Sabtu (14/6/2025).
Lain halnya dengan Ketua HIMA Manajemen Komunikasi (MANKOM), Khairunnisa Puspita Sari mengatakan hanya menerima dana kemahasiswaan sebesar Rp2 juta. Ia menilai jumlah tersebut hanya cukup untuk mendanai satu program kerja mereka.
“Dana kemahasiswaan yang diterima oleh HIMA MANKOM sebesar Rp2 juta. Dana yang diterima terbilang cukup hanya satu proker saja, karena setiap proker memiliki kebutuhan yangg mana butuh biaya lebih atau ada biaya tak terduga,” ujar Khairunnisa saat diwawancarai Eleven, Sabtu (14/6/2025).
Harapan HIMA UKM Soal Dana Kemahasiswaan
Ketua CARTERVA, Raditya Erlangga Purwanto mengatakan dana kemahasiswaan bukan sekadar soal angka, melainkan bentuk kepercayaan aktivitas UKM. Semakin besar dukungan, semakin besar pula dampak positif yang dihasilkan. Raditya juga mengatakan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa, BEM, dan institusi untuk mendorong kemajuan UKM sebagai wadah generasi muda yang tangguh dan visioner.
“Bagi kami, dana kemahasiswaan bukan semata-mata soal angka, tetapi tentang kepercayaan terhadap nilai edukatif, sosial, dan kepemimpinan yang ditanamkan lewat aktivitas UKM. Semakin besar dukungan yang diberikan, maka semakin besar pula peluang bagi kami untuk memberikan dampak yang lebih nyata,” ujar Raditya.
“Saya meyakini bahwa dengan kolaborasi yang baik antara mahasiswa, BEM, dan pihak institusi, kita bisa bersama-sama mendorong kemajuan UKM sebagai ruang tumbuhnya generasi muda yang berdaya, tangguh, dan visioner,” imbuhnya.
Ketua UKM KREMMASI, Mimbar Pandu mengharapankan dana kemahasiswaan dapat mendorong kampus lebih memperhatikan dan mendukung HIMA UKM dalam menjalankan program kerja. Kegiatan yang meriah oleh mahasiswa dapat sekaligus memberikan kontribusi positif bagi kampus.
“Harapan KREMMASI dengan adanya dana kemahasiswaan ini, kampus bisa lebih melihat serta membantu para HIMA UKM dalam melaksanakan program kerja masing-masing. Karena dengan begitu kita bisa mengembangkan segala potensi juga untuk membantu kampus dengan kegiatan yang meriah,” tutur Pandu.
Ketua HIMA HI, Khairunnissa Ramadhanti mengharapkan pencairan dana kemahasiswaan dapat dilakukan secara rutin dan tepat waktu setiap semester. Dukungan finansial tersebut diharapkan mampu membantu membiayai seluruh program kerja yang dirancang.
“Semoga dana kemahasiswaan bisa selalu lancar diterima setiap HIMA UKM tiap semesternya, dengan jumlah yang diterima setidaknya bisa membantu dalam anggaran setiap proker yang dilaksanakan oleh setiap HIMA UKM,” ujar Khairunnissa.
Reporter: Khalisha Putri Septiani
Editor: Aura Putri Antari