JAKARTA, ELEVEN – Universitas Kyoto dan Kajima Corporation di Jepang berkolaborasi dalam proyek Lunar Glass NEO, dengan memanfaatkan teknologi gravitasi buatan, ekosistem tertutup, dan sistem transportasi berbasis gravitasi buatan.
Dilansir dari Sputnik Globe, Sabtu (25/01/2025), salah satu fokus utama proyek ini adalah mengembangkan struktur berbentuk kerucut bernama “The Lunar Glass” yang dapat menciptakan gravitasi buatan seperti di Bumi. Struktur ini dirancang memiliki diameter 200 meter dan tinggi 400 meter, dengan kapasitas menampung hingga 10.000 orang.
Proyek ini mencakup pengembangan ekosistem tertutup yang mendukung kehidupan secara mandiri tanpa pasokan eksternal, kecuali energi.
Ekosistem ini dirancang untuk menciptakan kondisi menyerupai Bumi, salah satunya menciptakan sistem transportasi yang nyaman, untuk perjalanan manusia antara Bumi dan Bulan.
Sebelum diterapkan di Bulan, Jepang berencana menguji prototipe Lunar Glass di Bumi untuk menilai kelayakan teknis, ekosistem, dan dampaknya pada manusia, dengan harapan proyek ini menjadi langkah penting dalam pengembangan teknologi eksplorasi luar angkasa, termasuk misi ke Mars, serta membuka peluang kerja sama internasional.
Proyek ini terinspirasi dari BIOS-3 milik Rusia dan Yuegong-1 (The Lunar Palace) milik China, yang terbukti mampu mendukung misi jangka panjang tanpa pasokan eksternal. Dalam lima dekade terakhir, kedua negara tersebut mengembangkan sistem otonom untuk menopang kehidupan di luar angkasa dengan mengatasi tantangan ekstrem melalui makanan bernutrisi tinggi.
Reporter: Ani Ratnasari
Editor: Siska Mutakin