makan ads kontol mu itu
  • About
  • Contact
  • Privacy Policy
himajur.com
  • Home
  • E-Penerbitan
  • E-Radio
  • E-Foto
  • E-Tv
No Result
View All Result
himajur.com
  • Home
  • E-Penerbitan
  • E-Radio
  • E-Foto
  • E-Tv
No Result
View All Result
himajur.com
No Result
View All Result

Proyek Lunar Glass NEO, Ciptakan Ekosistem di Bulan

JAKARTA, ELEVEN - Universitas Kyoto dan Kajima Corporation di Jepang berkolaborasi dalam proyek Lunar Glass NEO, dengan memanfaatkan teknologi gravitasi buatan, ekosistem tertutup, dan sistem transportasi berbasis gravitasi buatan.

Humas Himajur by Humas Himajur
27 Januari 2025
in E-Penerbitan
0

Sumber Foto: Kajima Corp/Kyodo News

0
SHARES
20
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, ELEVEN – Universitas Kyoto dan Kajima Corporation di Jepang berkolaborasi dalam proyek Lunar Glass NEO, dengan memanfaatkan teknologi gravitasi buatan, ekosistem tertutup, dan sistem transportasi berbasis gravitasi buatan.

Related Posts

BEM dan BPM IISIP Gelar Aksi Damai Hari ini

Akibat Demo, Kuliah Minggu Pertama IISIP Berlangsung Daring

Belum Reda! Demo Sekitaran Markas Brimob Terus Berlanjut

Lapangan Banteng Jadi Titik Perayaan Hiburan HUT Jakarta Gratis

Dilansir dari Sputnik Globe, Sabtu (25/01/2025), salah satu fokus utama proyek ini adalah mengembangkan struktur berbentuk kerucut bernama “The Lunar Glass” yang dapat menciptakan gravitasi buatan seperti di Bumi. Struktur ini dirancang memiliki diameter 200 meter dan tinggi 400 meter, dengan kapasitas menampung hingga 10.000 orang.

Proyek ini mencakup pengembangan ekosistem tertutup yang mendukung kehidupan secara mandiri tanpa pasokan eksternal, kecuali energi.
Ekosistem ini dirancang untuk menciptakan kondisi menyerupai Bumi, salah satunya menciptakan sistem transportasi yang nyaman, untuk perjalanan manusia antara Bumi dan Bulan.

Sebelum diterapkan di Bulan, Jepang berencana menguji prototipe Lunar Glass di Bumi untuk menilai kelayakan teknis, ekosistem, dan dampaknya pada manusia, dengan harapan proyek ini menjadi langkah penting dalam pengembangan teknologi eksplorasi luar angkasa, termasuk misi ke Mars, serta membuka peluang kerja sama internasional.

Proyek ini terinspirasi dari BIOS-3 milik Rusia dan Yuegong-1 (The Lunar Palace) milik China, yang terbukti mampu mendukung misi jangka panjang tanpa pasokan eksternal. Dalam lima dekade terakhir, kedua negara tersebut mengembangkan sistem otonom untuk menopang kehidupan di luar angkasa dengan mengatasi tantangan ekstrem melalui makanan bernutrisi tinggi.

Reporter: Ani Ratnasari
Editor: Siska Mutakin

Next Post

Final IISIP Futsal Clash 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Posts

E-Penerbitan

BEM dan BPM IISIP Gelar Aksi Damai Hari ini

by Humas Himajur
8 September 2025
0

JAKARTA, ELEVEN – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) bersama Badan Permusyawaratan Mahasiswa (BPM) gelar aksi damai Senin, (08/09/2025). Aksi ini merupakan...

Read more

BEM dan BPM IISIP Gelar Aksi Damai Hari ini

Akibat Demo, Kuliah Minggu Pertama IISIP Berlangsung Daring

Belum Reda! Demo Sekitaran Markas Brimob Terus Berlanjut

Lapangan Banteng Jadi Titik Perayaan Hiburan HUT Jakarta Gratis

Jakarta Fair 2025, Berikut Harga Tiket dan Cara Belinya

Jakarta Fair 2025 Resmi Dibuka Meriahkan HUT Jakarta

Load More

[mc4wp_form id="274"]


Popular Posts

Resensi Film: Agak Laen (2024)

by Humas Himajur
14 Februari 2024
1

Korean Lunch Box Cake, Kue Mini dan Unik

by Humas Himajur
28 September 2021
1

Perayaan Natal di Gereja GPIB Pengharapan Cibinong

by Humas Himajur
25 Desember 2020
0

Himajur

Gunakan Pena Menulis dan Bertindak.

Navigasi
  • Home
  • E-Penerbitan
  • E-Radio
  • E-Foto
  • E-Tv
Menu
  • About
  • Contact
  • Privacy Policy
© 2020 Himajur – Himpunan Mahasiswa Jurnalistik
No Result
View All Result
  • Home
  • E-Penerbitan
  • E-Radio
  • E-Foto
  • E-Tv

© 2020 Himajur - Himpunan Mahasiswa Jurnalistik. Design by Faza

makan ads kontol mu itu