JAKARTA, ELEVEN – IISIP Jakarta akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pelecehan Seksual di Kampus, Selasa (19/12/2023).
Kabarnya, pembentukan Satgas Pelecehan ini merupakan program pemerintah. IISIP bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi (Kemendikbudristek) untuk mencegah peristiwa yang tidak baik di lingkungan kampus.
“Iya benar kampus kerjasama dengan pemerintah membentuk Satgas Pelecehan Seksual di kampus,” kata Khalisha Putri Septiani Calon Satgas Pelecehan Seksual saat diwawancarai Eleven.
Dalam hal ini, kampus akan menunjuk dua orang perempuan angkatan 22 sebagai perwakilan jurusan untuk menjadi satgas. Selain itu, kepala Jurusan (Kajur) juga diminta untuk menjadi satgas.
“Jadi semua jurusan seperti Mankom, Humas, Kesos dan lainnya, harusnya punya 2 mahasiswi perwakilan (angkatan 22) termasuk kaprodinya juga ikut jadi satgas,” ujar Khalisa.
Menariknya, setiap Mahasiswi yang ditunjuk untuk menjadi satgas harus mengikuti pelatihan secara online. Setiap satgas nantinya akan dibuatkan akun untuk akses ke website untuk melakukan laporan apabila terjadi pelecehan.
“Nanti sistemnya itu di list nama, kemudian dibuatkan akun untuk akses website, setelah itu diwawancara dan mengikuti pelatihan untuk menggunakan website sebagai alat untuk laporan,” Terang mahasiswi angkatan 22.
Kabarnya sampai sekarang satgas tersebut masih belum diresmikan karena masih menunggu data perwakilan setiap jurusan. Meski begitu diadakannya program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang bahayanya pelecehan seksual di kampus.
“Meningkatkan kesadaran tentang pencegahan dan penaganan kekerasan sexual di lingkungan kampus,” tutup Khalisha.
Reporter: Mochamad Tegar